بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

- Dirasah Al-Kutub Al-Muqaddasah fi Dhau’al Al-Ma’arif Al-Haditsah, Dr. Maurice Bucaille.
- Ash-Shira’ Baina Ad-Din wa Al-‘Ilm, karya seorang penulis Eropa.
- At-Taurah, Dr. Mustafa Mahmud, Darul Audah, Beirut 1972 M.
- Ushthurah Tajassud Al-Ilah fi Al-Masih. Kumpulan tulisan para teolog Inggris yang diketuai oleh Dr. John Hook, salah satu staf pengajar teologi di Universitas Birmingham, tebal buku ini sekitar 200 halaman dan terbagi dalam 10 bab. Cetakan pertama terbit pada tahun 1977 di London.
- Majalah jurusan teologi Universitas Muhammad bin Sa’ud Al-Islamiyyah, edisi I, 1397/1398 H, hh. 27-66. Artikel tersebut berjudul Tahqiq Tarikh Al-Anajil Al-Mu’tamidah ‘Inda Al-Masihiyyin wa Mada Shihhah Intisabuha ila Ashhabiha, ditulis oleh Dr. Muhammad Abul Ghaidz.
- Ar-Raddu Ash-Shahih ‘ala Man Baddala Din Al-Masih, karya Ibnu Taimiyah.
Akibatnya, kedua agama tersebut kehilangan
ruh dan tidak bisa menjalankan peran dan tugas utamanya memperbaiki umat
manusia.
Agama Yahudi merupakan agama yang
diturunkan Allah khusus kepada dan untuk Bani Israil. Agama Yahudi pada awalnya
adalah agama tauhid yang diturunkan Allah untuk memuliakan Bani Israil di
antara kaum-kaum lain yang sezaman dengan mereka. Namun sayang, dalam
perjalanan berikutnya umat Yahudi banyak yang menyimpangkan ketauhidan agama
Yahudi dengan meniru dan mencampuradukkannya dengan berbagai bentuk akidah dan
paham penyembahan (paganisme) dari masyarakat di sekitar mereka, bangsa lain
yang berhasil menguasai mereka, atau masyarakat tempat mereka hidup. Fakta ini
telah diakui oleh kalangan ahli sejarah Yahudi.
Contoh nyata dari bentuk-bentuk
penyimpangan akidah dan ajaran agama Yahudi yang asli tersebut adalah
sebagaimana diterangkan dalam sebuah makalah yang berjudul Da’irat Al-Ma’arif
Al-Yahudiyyah. Cuplikan
ringkasnya adalah sebagai berikut:
“Kebencian
dan kemurkaan para nabi terhadap penyembahan berhala mengindikasikan adanya
tiga hal: (1) paganism telah mengakar kuat di dalam jiwa masyarakat Bani Israil
saat itu; (2) akar-akar paganism belum tercabut sampai sekembalinya mereka dari
pengasingan di Babel; (3) mereka telah menerima dan mempraktikkan berbagai
bentuk keyakinan yang menyimpang dan kemusyrikan. Bahkan kitab Talmud
menegaskan bahwa berhala-berhala itu memiliki makna tersendiri bagi masyarakat
Yahudi…”
Pada sisi lain, Taurat dan Talmud juga
telah banyak diwarnai berbagai pernyataan, penyebutan, dan ungkapan-ungkapan
yang tidak pantas untuk Dzat Allah, wahyu-wahyu-Nya, dan nabi-nabi-Nya, serta
ajaran-ajaran yang mereka sampaikan.
Dalam Taurat dan Perjanjian Lama misalnya,
mereka mengatakan bahwa Allah kelelahan pada hari keenam setelah menciptakan
alam raya ini sehingga Dia pun beristirahat pada hari ke tujuh. Lalu dia
memberkahi dan mensucikan hari yang ketujuh (Sabat atau Sabtu), sebab pada hari
itu Allah menghentikan segala perbuatan-Nya (Kejadian, pasal 2).
Inilah alasan dan dasar mengapa masyarakat
Yahudi mengharamkan diri untuk bekerja pada hari Sabtu.
Dalam Perjanjian Lama, tepatnya pada bab
kisah Adam dan istrinya, Hawa, disebutkan, “Ketika
mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu
pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan
Allah di antara pohon-pohon dalam taman. Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia
itu dan berfirman kepadanya, ‘Di manakah engkau?’
Ia menjawab, ‘Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku
menjadi takut karena aku telanjang, sebab itu aku bersembunyi.’
Firman Allah, ‘Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau
telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon yang Ku-larang engkau makan
itu?’”
Itulah penggambaran mereka tentang Allah.
Seolah-olah Allah adalah seperti manusia yang tidak mengetahui apa yang terjadi
di taman rumah-Nya sendiri (Kejadian, pasal 3).
Pada kalimat berikutnya, mereka
menambahkan bahwa ketika Adam memakan buah “pengetahuan”, pembangkangannya ini
menaikan derajatnya ke derajat Ilahiah. Ia menjadi tahu mana yang baik dan mana
yang buruk, sekalipun ketika menciptakannya Tuhan berusaha menjaganya agar
tidak mengetahui kedua hal itu. Lalu, ketika takut pemberontakkan Adam akan
bertambah-tambah, Tuhan mengusir Adam beserta istrinya dari surga agar tangan
keduanya tidak dapat meraih pohon kehidupan. Kemudian Tuhan menetapkan
keabadian untuk keduanya. Namun, Tuhan akhirnya tidak menyukai perjalanan hidup
Adam dan anak cucunya di bumi karena mereka memenuhi dunia ini dengan
kesenangan dan kemaksiatan. Maka sedih dan menyesallah Tuhan karena menciptakan
mereka (Ibid, pasal 6).
Kitab suci mereka menyebutkan, Tuhan
akhirnya menyesal telah menenggelamkan bumi dengan air bah (Ibid, pasal 9).
Pada bagian lain disebutkan, Tuhan menyambut kunjungan seorang nabi-Nya yang
bernama Ibrahim. Beberapa waktu berselang, Dia membalas kunjungan itu dengan
bertamu ke rumah Ibrahim bersama dua malaikat. Di rumah Ibrahim itu, mereka
memakan hidangan berminyak yang disuguhkan oleh Ibrahim (Ibid, pasal 8).
Masih menurut kitab Taurat mereka, Tuhan
pernah terlibat perkelahian fisik dengan seorang hamba sekaligus nabi yang
diutus-Nya sendiri, yaitu Ya’qub. Disebutkan, perkelahian itu berlangsung 1
malam penuh. Lalu, ketika khawatir akan terkalahkan oleh Ya’qub, Tuhan
melakukan tipu muslihat untuk memenangkan perkelahian itu sehingga Dia berhasil
memukul pangkal paha Ya’qub sampai lepas. Namun, meskipun sudah kalah, Ya’qub
tetap tidak meninggalkan Tuhan hingga Dia memberkahinya dan menjulukinya Israil
(Ibid, pasal 32).
Di dalam Taurat mereka juga dikatakan
bahwa Allah adalah Tuhan bangsa mereka saja. Allah tidak menyukai bangsa lain,
sebab bangsa Israil adalah bangsa terpilih, sedangkan umat-umat yang lain
adalah laksana domba-domba yang tidak dipedulikan oleh Allah (Ibid, pasal
6&7).
Doktrin inilah yang mereka jadikan
landasan untuk senantiasa membangun kebencian terhadap bangsa-bangsa lain,
terutama bangsa Arab.
Terkait dengan doktrin tersebut, Taurat
memuat kisah Nuh a.s. yang mereka ubah sesuai kepentingan hawa nafsu mereka
untuk menanamkan kebencian bangsanya terhadap bangsa lain. Syahdan, Nabi Nuh
suatu ketika mabuk berat sehingga tersungkur dan terbuka auratnya. Menyaksikan
hal itu, putranya yang bernama Ham (ayah Kanaan) menertawakannya lalu
menceritakannya kepada kedua saudaranya yang lain, Sem dan Yafet. Keduanya lalu
menutupi aurat ayah mereka tanpa melihatnya. Ketika Nuh tersadar dan mengetahui
apa yang terjadi, juga apa yang dilakukan oleh putra bungsunya, Ham,
terhadapnya, ia pun memohon agar Allah melaknatnya. Ia berkata, “Terkutuklah
Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.
Terpujilah Tuhan, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.
Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam
kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.” (Ibid, pasal 9:25).
Kisah di atas dengan jelas memperlihatkan
niat bangsa Yahudi untuk memperbudak atau menghinakan orang-orang Kanaan dari
keturunan Ham, padahal mereka sama sekali tidak berdosa. Pada sisi lain, tampak
mereka berupaya memuliakan orang-orang Israel sebagai anak cucu Sem.
Pada bagian lain, Taurat melukiskan Luth
a.s. sebagai sosok manusia yang amoral dan keji. Dikisahkan bahwa Luth mabuk
berat kemudian berzina dengan kedua anak perempuannya sehingga keduanya hamil
dan melahirkan.
Menurut keyakinan golongan Yahudi, salah
satu anak hasil perzinaan itu adalah Moab, kakek moyang orang Moab sampai
sekarang. Jelaslah bahwa tujuan dari pemalsuan kisah ini adalah untuk
mendiskreditkan musuh-musuh mereka dari bangsa Moab. Ironisnya, mereka
melontarkan tuduhan-tuduhan keji untuk menjatuhkan dan menghinakan musuh-musuh
mereka itu dengan mengatasnamakan wahyu.
Maka, Maha Benar Allah yang telah
berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَإِنَّ مِنْهُمْ
لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ
وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ
مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang
memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya
itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka
mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia
bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka
mengetahui.
QS:Ali Imran | Ayat: 78
QS:Ali Imran | Ayat: 78
Pada ayat lain, Allah juga berfirman:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ
يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِنْدِ
اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ
أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis
Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari
Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan
perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang
ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka,
akibat apa yang mereka kerjakan.
QS:Al-Baqarah | Ayat: 79
QS:Al-Baqarah | Ayat: 79
Dalam masalah ini, Taurat mereka yang
palsu itu memandang seluruh perempuan selain perempuan Yahudi sebagai pelacur.
Kitab mereka juga menyatakan bahwa bangsa Yahudi berhak membunuh siapa pun dari
orang-orang non-Yahudi. Bahkan ditegaskan bahwa siapa saja yang berhasil
membunuh orang non-Yahudi, berarti ia telah mempersembahkan kurban kepada
Tuhan.
Dari beberapa pernyataan tersebut,
layakkah kitab itu disebut wahyu Ilahi yang suci dan diturunkan untuk
memperkenalkan Allah kepada manusia dan menunjuki mereka ke jalan-Nya?
Berbagai doktrin dan keyakinan yang sesat
inilah yang menjadikan umat Yahudi tidak mempedulikan nilai-nilai luhur dan
cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai setiap maksud dan tujuan
mereka. Hal ini tampak dengan jelas pada protocol para pemimpin Zionis. Mereka
tidak merasa salah sedikit pun ketika menyebut para nabi Allah dengan
sifat-sifat dan ungkapan-ungkapan yang tidak sesuai, bahkan tidak layak bagi
mereka, sebagaimana telah disebutkan tadi.
Contoh lain, mereka dengan sangat berani
mengatakan Ibrahim a.s. pernah menjadi mucikari untuk memenuhi ketamakannya
terhadap kehidupan dan kenikmatan duniawi. Dalam Taurat mereka disebutkan bahwa
Nabi Ibrahim merayu istrinya, Sarah, agar pergi ke istana Fir’aun dan mengaku
sebagai saudara perempuannya agar mendapatkan hadiah berupa kambing dan keledai
dari Fir’aun. Ibrahim berkata kepada Sarah, “Katakanlah
bahwa engkau adalah adikku, supaya aku diperlakukan meraka dengan baik karena
engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.” (Kejadian, pasal 12:13).
Sedangkan tentang Ya’qub a.s., mereka
menuduhnya sebagai seorang penipu karena mencuri kenabian dari saudaranya
dengan cara yang sangat kotor dan licik (Ibid, pasal 27).
Masih menurut keyakinan mereka, anak
perempuan Ya’qub yang bernama Dina adalah seorang pezina. Ia telah ditiduri
oleh seorang putra pembesar kota tetangga (Kejadian, pasal 34).
Di dalam Talmud, mereka mengatakan bahwa
Nabi Isa a.s. adalah anak haram. Pasalnya, ibunya mengandungnya pada saat
sedang haid setelah berhubungan badan dengan seorang tentara bernama Pandora.
Dalam pandangan mereka, Isa a.s. adalah seorang pendusta, gila, penyesat,
penyihir, penipu, dan penyembah berhala. Talmud mereka menyebut orang-orang
Nasrani tak lebih dari sekedar kain pembersih darah haid perempuan yang
tercampak ke kubangan kenistaan. Dalam Talmud ini, kaum Nasrani sering
disebut-sebut sebagai para penyembah berhala, pembunuh, orang fasik,
binatang-binatang hina, keledai, babi, dan anjing.
Bahkan nabi mereka sendiri, yaitu Daud
a.s., dikatakan telah berzina dengan istri seorang panglima perangnya. Akibat
perzinaan tersebut, si perempuan pun hamil. Adapun kisahnya, pada suatu hari
Daud melihat perempuan itu di atas lantai rumahnya. Merasa tertawan dengan
kecantikannya, Daud kemudian mengirim suami dari perempuan itu ke medan perang
supaya gugur di sana. Dengan begitu, ia berharap bisa menikahi perempuan istri
panglimanya itu.
Semua ini merupakan tuduhan yang keji dan
tak mendasar. Singkat kata, pernyataan-pernyataan semacam ini tidak mungkin,
bahkan tidak masuk akal bila berasal dari Allah. Dengan begitu, tidaklah patut
kitab itu menjadi kitab petunjuk ke jalan yang benar bagi umat manusia.
Al-Qur’an berulangkali menyoroti berbagai
sisi pemikiran keagamaan Yahudi yang menyimpang itu dan sikap mereka terhadap
kitab-kitab dan rasul-rasul mereka. Si antara hal-hal yang disoroti Al-Qur’an
itu adalah sebagai berikut:
- 1. Kecondongan mereka terhadap penyembahan berhala, bahkan saat nabi mereka, Musa a.s., masih ada di tengah-tengah mereka. Perkataan mereka tertulis di dalam Al-Qur’an:
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ
الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا
يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ
تَجْهَلُونَ
Dan Kami seberangkan Bani Israil ke
seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap
menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk
kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan
(berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang
tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".
QS:Al-A'raf | Ayat: 138
QS:Al-A'raf | Ayat: 138
Kemudian, setelah kembali dari menemui Tuhannya,
Musa mendapati kaumnya melakukan penyembahan terhadap patung anak lembu.
Sebelumnya mereka mengatakan ini:
قَالُوا لَنْ نَبْرَحَ
عَلَيْهِ عَاكِفِينَ حَتَّىٰ يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَىٰ
Mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak
lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami".
QS:Thaahaa | Ayat: 91
QS:Thaahaa | Ayat: 91
- 2. Sepeninggal Musa a.s., mereka tetap berpegang teguh pada penyembahan berhala. Maka Allah berfirman:
وَلَقَدْ
جَاءَكُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ
وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ
Sesungguhnya Musa telah datang
kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak
sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah
orang-orang yang zalim.
QS:Al-Baqarah | Ayat: 92
QS:Al-Baqarah | Ayat: 92
وَإِذْ
أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ
بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا ۖ قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي
قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ ۚ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ
إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan (ingatlah), ketika Kami
mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya
Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan
dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak
mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah)
anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang
telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).
QS:Al-Baqarah | Ayat: 93
QS:Al-Baqarah | Ayat: 93
- 3. Pembangkangan dan perlawanan terhadap Musa a.s. dan ajaran-ajarannya. Hal tersebut terlihat dalam firman Allah:
يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ
تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَىٰ
أَكْبَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ
الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا
جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَٰلِكَ ۚ وَآتَيْنَا مُوسَىٰ
سُلْطَانًا مُبِينًا
Ahli Kitab meminta kepadamu agar
kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya
mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar
petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang
kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang
demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
QS:An-Nisaa | Ayat: 153
QS:An-Nisaa | Ayat: 153
- 4. Ketidaksopanan mereka terhadap Allah. Tentang hal ini, Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ
مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ
مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا
أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ
الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ كُلَّمَا أَوْقَدُوا
نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ
وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Orang-orang Yahudi berkata:
"Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang
dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan
itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan
sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu
sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di
antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara
mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah
memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai
orang-orang yang membuat kerusakan.
QS:Al-Maidah | Ayat: 64
QS:Al-Maidah | Ayat: 64
- 5. Keberanian mereka menisbatkan manusia sebagai anak Allah. Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ
اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ
بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ
قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Orang-orang Yahudi berkata:
"Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al
Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut
mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati
Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
QS:At-Taubah | Ayat: 30
QS:At-Taubah | Ayat: 30
- 6. Tindakan mereka menjadikan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Hal ini diceritakan Allah dalam firman-Nya:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ
وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا
أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ
سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Mereka menjadikan orang-orang
alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka
mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah
Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci
Allah dari apa yang mereka persekutukan.
QS:At-Taubah | Ayat: 31
QS:At-Taubah | Ayat: 31
- 7. Keengganan mereka untuk meninggalkan berbagai bentuk penyimpangan dan pemalsuan terhadap kalam Allah. Oleh karena itu, Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ
الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا
بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ
لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ
Maka kecelakaan yang besarlah bagi
orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu
dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh
keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah
bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan
yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
QS:Al-Baqarah | Ayat: 79
QS:Al-Baqarah | Ayat: 79
Pada ayat lain, Allah menegaskan:
أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ
يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ
ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya
setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.
QS:Al-Baqarah | Ayat: 75
QS:Al-Baqarah | Ayat: 75
Adapun tentang sikap mereka terhadap para
rasul yang diutus Allah, di dalam Al-Qur’an disebutkan:
- 1. Allah berfirman:
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ
وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ
الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ
بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ
وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah
mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya
(berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan
bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami
memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul
membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu
menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa
orang (yang lain) kamu bunuh?
QS:Al-Baqarah | Ayat: 87
QS:Al-Baqarah | Ayat: 87
- 2. Allah juga berfirman:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا
أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا
وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ
أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka:
"Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata:
"Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan
mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu
adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah:
"Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang
beriman?"
QS:Al-Baqarah | Ayat: 91
QS:Al-Baqarah | Ayat: 91
b. Kondisi Politik dan Sosial
Allah tidak menginginkan agama yang
diturunkan-Nya berwatak rasialis dan jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Akan
tetapi, bangsa Yahudi telah menyimpangkan agama Allah yang diturunkan kepada
mereka dengan membuatnya berwatak rasialis dan tidak menjadi rahmat bagi
seluruh umat manusia.
Mereka dengan sesuka hati memfitnah nabi-nabi
Allah dengan berbagai perbuatan dan sifat manusia yang sangat hina dan keji.
Oleh karena itu, tidak aneh bila kita melihat sejarah hidup mereka senantiasa
dipenuhi konflik dan perseteruan dengan umat-umat lain hingga detik ini.
Pada abad ke-7 M misalnya, mereka mengadu
domba umat Nasrani Antiokia dengan pemimpin Persia, Vokas. Akibatnya, terjadi
pembantaian yang sangat keji terhadap masyarakat Nasrani Antiokia. Orang-orang
Yahudi juga membantu Persia memerangi umat Nasrani yang berada di Syam. Bahkan
pada akhirnya mereka membantai sendiri kaum Nasrani di wilayah tersebut seperti
yang banyak terjadi di berbagai wilayah. Kaisar Heraklius akhirnya membalas
perbuatan keji dan pembantaian mereka terhadap masyarakat Nasrani Syam itu
dengan balasan yang sangat memilukan.
Al-Qur’an telah menggambarkan dengan
gamblang tentang dekadensi moral dan kerusakan social yang menimpa umat Yahudi
pada abad ke-6 sampai ke-7 M. Realitis ini pula yang akhirnya menyebabkan umat
Yahudi tidak lagi layak menjadi pemegang tampuk kepemimpinan bagi seluruh umat
manusia di dunia ini.
Salah satu gambarannya adalah sebagaimana
disebutkan dalam firman-Nya berikut ini:
وَمِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ
إِنْ تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ
قَائِمًا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ
سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan
kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada
orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya
kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka
mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka
berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
QS:Ali Imran | Ayat: 75
QS:Ali Imran | Ayat: 75
Bangsa Arab yang berdomisili di Yatsrib
(Madinah) termasuk salah satu umat yang pernah merasakan kesengsaraan akibat
ulah orang-orang Yahudi. Tercatat bahwa umat Yahudi senantiasa mengobarkan api
perpecahan dan peperanga antara kabilah Aus dan Khazraj. Dalam bidang ekonomi,
mereka juga memonopoli perdagangan di Arab dan mengeksploitasi mereka demi
kepentingan golongan Yahudi.
Ketika Rasulullah datang ke Madinah,
Yahudi merupakan golongan yang selalu memusuhi beliau dan melancarkan berbagai
tipu daya yang sangat licik terhadap beliau. Akan tetapi, Allah terlebih dahulu
menipu mereka. Berkat kekuasaan-Nya, Rasulullah mampu mengusir mereka dari
Madinah. Dengan kekuasaan-Nya pula, belakangan Umar berhasil mengusir mereka
dari Jazirah Arab dalam rangka menyelamatkan kaum Muslimin dari perbuatan keji
dan perilaku jahat mereka.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
الحمد لله رب العالمين
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
الحمد لله رب العالمين
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
0 komentar:
Posting Komentar