بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sedangkan pandangan yang dipandang kuat
oleh para ulama besar adalah yang menyebutkan bahwa Muhammad dilahirkan dalam
keadaan sudah dikhitan. Sementara itu, kaum Quraish bertanya kepada Abdul
Muthalib tentang alasannya menamai Muhammad, dan bukan nama-nama yang biasa
digunakan di kalangan keluarganya. Dijawabnya bahwa dengan nama tersebut ia
berharap cucunya mendapatkan pujian dari Allah di langit dan dihormati oleh
seluruh makhluk-Nya yang ada di bumi.
Rasulullah juga memiliki nama selain
Muhammad. Beliau pernah bersabda, “Sesungguhnya aku memiliki beberapa
nama. Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Mahi (sang penghapus)
yang diutus Allah untuk menghapuskan kekufuran, aku adalah Hasyir (sang
penghimpun) yang menghimpunkan orang-orang di bawah kekuasaanku, dan aku adalah
Aqib.” Az-Zuhri
mengatakan, arti Aqib
adalah nabi terakhir yang tidak ada nabi setelahnya. Kemudian, dalam riwayat
Ibnu Sa’ad terdapat tambahan nama, yaitu, “…dan
Al-Khatim (penutup)…” Dalam
riwayat Muslim juga disebutkan nama-nama lain seperti Al-Muqaffa (orang yang dimuliakan) dan Nabiy
Ar-Rahmah (utusan pembawa
rahmat). Dalam riwayat At-Tirmidzi, nama lain yang disebutkan adalah Nabiy
Al-Malahim (utusan yang
bertugas menyatukan).
Beberapa kabar yang bisa dipercaya
menuturkan bahwa ibunda Rasulullah menamai beliau Ahmad. Melalui sanad yang
hasan, Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa Ali r.a. menuturkan, “Rasulullah
telah bersabda, ‘Aku diberi nama Ahmad’.”
Sebagaimana dimaklumi, ayah beliau sudah
meninggal saat beliau masih berada di dalam kandungan. Dari sini dapat
disimpulkan bahwa yang member nama beliau adalah ibundanya sendiri. Hal itu
diperkuat oleh beberapa riwayat berikut ini.
Dari jalur periwayatan Al-Waqidi yang
sanad-nya tersambung kepada Abu Ja’far Muhammad bin Ali, Ibnu Sa’ad
menceritakan, “Ketika mengandung Muhammad, Aminah
diperintahkan untuk member nama Ahmad bagi bayi yang dikandungnya.”
Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Buraidah dan
Ibnu Abbas menceritakan, “Aminah bermimpi dalam tidurnya. Ia
mendengar seseorang berkata kepadanya, ‘Engkau sedang mengandung manusia paling
suci dan penghulu seluruh alam semesta ini. Maka, apabila engkau telah
melahirkannya, berilah anakmu itu nama Ahmad, Muhammad,…’ dan seterusnya.”
Riwayat lain yang bisa memperkuat riwayat
di atas adalah yang disampaikan oleh Ibnu Ishaq dan Al-Baihaqi di kitab
Ad-Dala’il. Diriwayatkan, Aminah mengatakan bahwa ketika mengandung Muhammad
dirinya pernah didatangi seseorang. Orang itu berkata kepadanya, “Apabila
anak ini telah lahir, berilah ia nama Muhammad. Sesungguhnya namanya di dalam
kitab Taurat dan Injil adalah Ahmad. Semoga dengan nama itu ia dipuji oleh
seluruh penghuni langit dan bumi. Sedangkan namanya di dalam Al-Qur’an adalah
Muhammad.” Demikianlah, maka
Aminah pun menamai bayinya Muhammad. Pada akhir riwayat disebutkan, ia
memberitahukan kepada Abdul Muthalib tentang perintah yang mengharukan dirinya
member nama Muhammad untuk bayi yang lahir dari rahimnya. Setelah mendengar
kabar tersebut, Abdul Muthalib melontarkan sebuah syair yang akhir baitnya
berbunyi, “…nama Ahmad telah terukir di lisan setiap insan” riwayat ini telah diriwayatkan pula oleh Ibnu
Asakir.
Selain nama, Rasulullah juga memiliki
julukan, yaitu Abu Al-Qasim. Akan tetapi, beliau memerintahkan kita untuk
memanggil namanya dan tidak menyebutkan julukannya. Disebutkan bahwa malaikat
Jibril pernah menjuluki Muhammad Abu Ibrahim. Namun, Rasulullah tidak suka
menggunakan julukan yang diberikan kepadanya itu.
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum
menyebutkan julukannya dan tentang menyebut nama dan julukannya sekaligus.
Menurut sebagian ulama, menyebutnya dengan julukan itu dilarang selama beliau
masih hidup. Akan tetapi, sebagian berpendapat bahwa yang dilarang adalah
menyebut nama dan julukannya sekaligus.
Nama Ahmad sendiri belum pernah ada
sebelumnya. Sebagian bangsa Arab menamai anak-anaknya Muhammad setelah tersiar
luas bahwa akan diutus seorang nabi bernama Muhammad.
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
الحمد لله رب العالمين
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
الحمد لله رب العالمين
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
0 komentar:
Posting Komentar